Tes Psikotes dalam Seleksi POLRI & TNI

Tes psikologi (Phsicology Test) atau lebih sering disebut tes psikotest merupakan salah satu bagian dan tahap perektutan karyawan di banyak perusahan. Apakah perusahaan BUMN, perbankan (bank), Polri, TNI, CPNS dan akademisi seperti UI (Universitas Indonesia) maupun perusahaan swasta seperti astra dan yang lainnya. Tujuan dari psikotes itu sendiri memiliki kesamaan diantaranya yaitu untuk mengukur aspek individu secara psikis. Psikotes juga dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun dewasa dan bisa berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang.

Biasanya orang yang sudah pernah mengikuti tes seleksi Polri dan TNI tidak asing lagi mendengar kata ini. Psikotes sama juga dengan psikologi, hanya saja penyebutan dalam tes seleksi Polri dan TNI dirubah menjadi psikotes yang memiliki arti psikologi tes. Karena memiliki makna yang sama, jadi kami akan membahas artikel ini dengan penyebutan psikologi saja.

Psikotes adalah tes dimana kita dapat mengetahui karakter, sifat, perilaku, kepribadian dan juga Tes IQ. dalam seleksi Tes Polri dan TNI anda akan melewati beberapa tahapan tahapan mengerjakan soal psikotest, sehingga akan dinilai apakah anda layak atau tidak untuk mengikuti tes selanjutnya.

Psikotes polri berbeda dengan Tes Potensi Akademik (TPA), psikotes secara umum lebih kepada tes kepribadian. Jadi didalam penilaian psikotes tidak berdasarkan siapa yang paling pintar, karena bisa saja orang yang secara akademik tidak begitu pintar mengalahkan orang yang lebih pentar darinya dan lolos ujian psikotes. Hal ini sering terjadi, bahkan mungkin Anda pernah mengalaminya atau melihat orang lulusan perguruan tinggi terbaik belum bekerja atau diterima kerja di sebuah perusahaan karena selalu gagal dan tidak lolos psikotes.

Psikotest akan menjadi hal yang paling ditakuti oleh sebagian orang terutama orang yang belum pernah melaksanakan tes dan orang yang tidak tahu teknik dan cara mengerjakan soal-soal psikotest.

Ada berapa macam tes psikologi seleksi TNI dan Polri?

Tes psikologi seleksi TNI dan Polri tidak serta merta hanya menjadi bumbu tes lainnya atau dengan kata lain sebagai pelengkap. Tapi tes psikologi dijadikan sebagai tes terpenting saat seleksi TNI dan Polri, karena tes ini paling banyak menggugurkan peserta ketimbang tes lainnya. Tes psikologi dalam seleksi TNI dan Polri terbagi menjadi dua, yaitu psikologi pertama dan psikologi kedua. Nah, kedua tes itu memiliki tes-tes lain didalamnya.

 

PSIKOLOGI PERTAMA

Tes psikologi pertama dilakukan setelah para peserta melalui tes kesehatan awal. Setelah lulus dari tes kesehatan awal para peserta akan langsung menghadapi tes psikologi pertama. Dalam tes psikologi pertama ini ada beberapa macam tes didalamnya.

 

Soal Gambar Psikologi

Tes ini dilakukan dengan metode soal bergambar, dengan metode jawaban pilihan ganda. Ada banyak sekali gambar yang harus dijawab. Di soal ini ada beberapa macam cara menjawab yaitu melihat perbedaan gambar, persamaan gambar, pemisahan gambar, penggabungan gambar dan yang lainnya.

Gambar Orang

Tes gambar orang juga dilaksanakan pada tes psikologi pertama. Dalam tes ini peserta hanya diperintahkan untuk menggambar orang, namun orang tersebut haruslah orang yang sedang beraktifitas, dalam artian orang yang digambar tidak boleh hanya berdiri tegak. Namun harus melakukan aktifitas, misalnya jogging, menyapu dan aktifitas positif lainnya.

Dalam tes menggambar orang ini diberikan durasi waktu yang cukup singkat. Kira-kira durasinya hanya kurang dari 10 menit, jadi usahakan ketika menggambar orang ini dengan cepat dan rapi. Oiya, untuk menggambar orang ini usahakan juga sedetail mungkin, maksudnya ialah seluruh tubuh gambar orang tersebut harus terlihat, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dan usahakan gambarnya realistis, seperti jika gambar orang yang digambar sedang beraktifitas berangkat kerja, maka pakaikanlah sepatu di kakinya dan barang lainnya sesuai kebutuhan kerja, agar tampak sedikit realistis.

 

Gambar Pohon

Setelah gambar orang pasti akan dilanjutkan dengan gambar pohon. Tes gambar pohon ini masih masuk kedalam tes psikologi pertama. Biasanya intruksi yang diberikan hampir sama dengan tes gambar orang. Durasi gambar sama dengan tes gambar orang.

jika menggambar pohon, jangan coba-coba untuk menggambar pohon kelapa ataupun pohon yang tidak berbatang, seperti pohon pisang. Itu tidak diperkenankan. Dan usahakan dalam penggambaran daun haruslah benar-benar seperti daun, jangan coba-coba menggambar daun seperti awan. Jika itu kalian lakukan itu sudah melanggar aturan.

Hanya itu saja yang terdapat dalam tes psikologi pertama seleksi TNI dan Polri. Selanjutnya kami akan membahas apa saja yang tes yang terdapat dalam tes psikologi kedua.

 

PSIKOLOGI kEDUA

Setelah melalui tahap tes psikologi kedua dan kalian dinyatakan lulus pada tahap itu. Tes akan berlanjut ke psikologi kedua. Perlu diingat tes ini lebih sulit dibanding tes psikologi pertama. Baik kami akan membahas tes apa saja itu.

 

Hitungan Koran

Banyak para peserta yang mengeluhkan tes ini. Kenapa begitu? Jelas saja tes ini sangat menguras tenaga, konsentrasi bahkan emosi. Tes hitungan koran ini menjadi tes dengan nilai tertinggi atau paling diprioritaskan di tes psikologi. Tes hitungan koran terdiri angka-angka yang sangat banyak dan para peserta diperintahkan untuk menghitungnya dengan perhitungan penjumlahan.

Tes Wartegg

Tes Wartegg juga masuk ke dalam tes psikologi kedua, yang mana tes ini adalah menyambungkan garis-garis yang sudah disediakan menjadi sebuah gambar utuh yang berbentuk sesuatu baik itu benda ataupun makhluk hidup. Tes ini terdiri dari 8 buah kotak yang harus diselesaikan oleh para peserta.

Gambar Rumah, Pohon dan Orang

Nah, jika di tes psikologi pertama ada gambar orang dan gambar pohon yang digambar secara terpisah. Namun di tes psikologi kedua para peserta harus menggambar rumah, pohon dan orang dalam satu kertas, semakin susah bukan?

Roda Gila

Kenapa disebut roda gila? Karena tes ini menampilkan gambar-gambar yang berkaitan dengan roda. Jadi para peserta harus menggunakan logika mereka dengan gambar-gambar tersebut. Tapi tenang saja, metode yang dibuat di tes roda gila sama dengan tes soal gambar di psikologi pertama yaitu dengan menjawab pilihan berganda. Namun walaupun begitu logika kalian akan terkuras habis.

Itu dia tes yang akan dilakukan saat tes seleksi psikologi kedua. Jadi menurut kami simple ya, tes hanyalah tes, seleksi hanyalah seleksi, namun usaha kita untuk menjawabnya itu yang menjadi modal utama supaya lulus. Jika dibandingkan tes mana yang lebih sulit dan lebih menguras logika, jelas kami menjawab tes psikologi ke dua. Dari namanya saja sudah tertera jelas “psikologi kedua” jelas itu berada satu tingkat dari psikologi pertama. Oke, itulah macam-macam tes psikologi yang akan dilaksanakan dalam seleksi TNI dan Polri, jadi buat kalian semua yang sedang berjuang semoga kalian berhasil dan dapat meraih cita-cita kalian.

Leave a comment